Karena Kita Saudara

“Karena Kita Adalah Saudara”

Ata, Zika dan Zaka adalah kakak beradik. Ata adalah anak perem puan pertama sedangkan Zika adalah anak perempuan kedua dari sepasang suami istri yg dikenal indah cakap tuturnya, sedangkan Ziki , si sulung yang sukanya bermanja-manja dengan ibu tercinta.

Zika dan Zaka dikenal dengan saudara yang tak pernah akur, mereka seperti kucing dan tikus yang selalu bertengkar hanya karena seucil masalah. Berlatar belakang dengan sikap ayahnya, ayahnya dikenal sebagai laki-laki yang tegas dan disiplin. Dia sangat tidak suka dengan yang namanya keributan. Namun, kedua anaknya selalu berbuat ulah. Hal inilah yang membuta Zika dan Zaka selalu mendapatkan hukuman dari ayahnya.

Pernah suatu ketika, ketika azan magrib dikumandangkan. Ayahnya sedang melakukan sholat dengan khusyuknya, namun yang dilakukan oleh Zika dan Zaka ialah bermain dan tertawa cekikikan di dalam kamar. Hingga akhirnya, ketika Zika ingin mengejar Zaka karena jengkel terhadap sesuatu, Zaka terpeleset di depan kamar mandi dan ayahnya melihat itu !.
“Zaka…………….!!!!!!!!!” teriak ayah.
“ Aduh, idak sakit kok yah “ jawabnya pura-pura lesu
“ Kalian berdua ini sudah tau magrib masih main saja! Bikin orangtua jengkel saja !”

Pada saat itu, amarah ayah mereka tak bisa di kontrol. Hingga akhirnya, Zaka dicubit oleh ayah dan mereka berdua disuruh ke kebun dan tidur di dalam pondok .
Ketika mereka berjalan ke kebun, isak tangis sudah terdengar dari Zika .
“ hiks hiks hiks dek, ayah nggak sayang lagi sama kita. Masa kita disuruh tidur di pondok, gelep dek takut kakak!!!” katanya
“ kakak juga si….. ngaajarin yang gak bener…… aku takut juga kak gelep banyak nyamuk dingin juga” jawabnya sambil menyapu air mata yang jatuh menggunakan tangan.
“Ayah sama ibu mau pergi kondangan kan dek? “ tanya Zika
“ Iya kak, emang kenapa ? “ jawabnya
“ Kita lewat jendela belakang rumah aja dek biar gak ketauan !” usul Zika ke Zaka
“ ayo kak kita coba” kata Zaka
Mereka berjalan mengendap-ngendap, ketika mereka berhasil membuka jendela belakang rumah , tiba-tiba kak Ata muncul.
“ ngapain kalian disini? Dapet hukuman kan ? patuhin dong! Makanya jangan banyak ulah waktu magrib… udah tau kakak pernah ngalamin kayak gini juga masih dilakuin! Kayak gak tau sikap ayah aja! “ ujarnya kesal
Sebelumnya, kak Ata juga pernah mengalami masa-masa seperti ini juga. Ia diberi hukuman masuk ke kandang ayam karena membanting stik PS . Itupun ia lakukan karena kesal terhadap Zaka yang tak mua kalah ketika bermain PS.
“ Sudahlaah kak Zika kita pergi aja dari sini “ keluh Zaka
“ Tapi mau kemana dek:? Tanya Zaka
“ Ke rumah kawan kakak ?? itu kak Ciiya !” tegasnnya
“ Udah dek kita tunggu sampe ayah pulang aja “ ungkap Zika
Suara motor terdengar dari pondok. Mereka berdua masuk kerumah dan ayah memberi nasihat kepada mereka bahwasanya jika maghrib , waktunya untuk beribadah . Semua aktifitas harus berhenti jangan dilanjutkan.Ada satu kalimat yang sangat terngiang dalam diri Zika dan Zaka.
“Kalian itu saudara , jadi harus akur-akur. Nanti, kalau sudah pada kuliah ngga bisa ketemuan kan? Makanya akur-akurlah sekarang” Pesan ayah ke Zaka dan Zika.
Sejak itulah, Zika dan Zaka hidup akur dan tak pernah bertengkar lagi, Zika sudah mulai pandai mengontrol emosinya karena ia adalah kakak.

Pesan : “HIDUP AKUR DENGAN SAUDARAMU”

Facebook Comments
Tag ,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *