Kau Masih Yang Terindah

Masalalu mungkin bukanlah hal yang mudah untuk dilupakan, terukir semua kenangan yang indah yang telah tercipta. Teringat 3 tahun lalu saat aku masih bersama Reza, Semua yang ku lalui bersamanya nampak begitu indah dia selalu ada bersamaku,Kembali terlintas semua kenangan itu.

“ Eva sayang, jadi pergi ga?”sapa mama memecahkan lamunan ku

“Oya ma aku lupa, aku belum siap-siap”jawabku panik

Siang ini mama minta aku antar untuk pergi ke acara pernikahan anak temannya waktu SMA. Sebenarnya aku sedang tidak berminat tapi aku tak tega bila harus membiarkan dia pergi seorang sendiri.

“ya udah kamu siap-siap, mama tunggu di bawah yah”Ucap mama meninggalkan ku.

Aku pun pergi bersama mama, Selama perjalan bahkan sampai pulang kembali aku tak banyak bicara, pikiranku masih tertuju pada Reza ada rasa rindu yang datang kedalam hatiku.

Malam ini di kamar aku buka semua kenangan tentang reza, sambil ku dengarkan lagu samsons kenangan terindah, Lagu yang dia nyanyiakan dengan gitarnya saat kita akan berpisah, Airmata menemaniku membuka semua kenangan itu, Ku buka hpku lalu ku baca semua sms terakhir yang dia kirimkan pada ku, masih ku simpan meski sudah 3 tahun yang lalui, Andai bisa aku hubungi dia, Mungkin akan ku ungkapkan semua kata maaf ku yang telah mengecewakannya dan telah menyakitinya. Rasanya aku adalah wanita terbodoh yang menyia-nyiakan orang yang menyayangi aku.Tangis ku tak lagi tertahan, rasa sesak di hati kini keluar dengan semua tangis ini.

“Eva.. boleh mama masuk”ucap mama dari balik pintu kamarku, dan membuka pintu kamarku, melihatku yang terurai airmata mama menghampiri ku,mungkin mama mendengar suara tangisku.

“kamu kenapa sayang?kangen Reza yah”ucap mama sambil memelukku

Aku hanya mengaguk menjawab pertanyaan mama

“Usstt.. mama tau sampai hari ini kamu belum bisa lupain Reza tapi kamu ga boleh nangis begini. Mama yakin suatu saat nanti, kamu pasti dapat yang lebih dari reza”ucap mama menenangkanku

“Aku cuman mau reza ma, cuman reza! aku nyesel udah nyakitin dia,”jawabku terisak

“Sayang kamu ga boleh menyesal terus menerus, semua udah berakhir reza udah maafin kamu, kini saatnya kamu buka lembaran baru untuk kehidupan kamu”jawab mama meyakinkanku

“kalau dia maafin aku, kenapa dia ga mau terima aku lagi,kenapa dia ga mau aku hadir kembali dalam kehidupannya”bantahku

“Denger mama.. Reza sebenarnya masih menyayangi kamu,buktinya dia masih memberi maaf pada kamu, walaupun kamu sakitin dan dia ga mau kamu hadir dalam kehidupanmya lagi, karena dia ga mau kalau nanti ada hati yang terluka lagi, kamu harus pahami itu, ga semua orang bisa ngasih kesempatan kedua. Dan ga semua yang kamu mau harus kamu dapet.Please jadiin ini semua pelajaran dalam hidup kamu,belajar buka hati kamu buat orang lain dan setelah itu bahagia kan dia. udah sekarang tidur yah mama ga mau liat kamu nangis lagi”ucap mama sambil membaringkan aku dan membereskan semua barang-barang yang berserakkan

Memang setelah aku berpisah dengan reza,Aku pernah menjalin hubungan dengan 2 orang pria, Namun aku tak pernah merasa nyaman di antara mereka dan sering kali aku membanding-bandingkan mereka dengan reza, Namun mereka begitu sabar menghadapi aku, Aku dapat bertahan 6 bulan bersama Fauzi dan 2tahun bersama andri. Dan kini setelah semua pergi aku kembali merindukan Reza.

Pagi secerah ini tidaklah merubahperasaanku, Rasa rindu pada Reza membuat aku tak memiliki semangat.

“Va.. lu kenapa diem aja dari tadi”tanya Aeni sahabatku

“ga apa-apa kok”Jawabku

“Jangan bohongin gue va, udah lama kita temenan tapi kenapa lu ga mau terbuka sama gue, apa udah ilang semua kepercayaan lu sama gue”Ucap aeni

“gue kangen sama Reza, gue pengen ketemu dia walau sebentar”belum sempat aku melanjutkan ucapan ku aeni memelukku “usstt.. udahlah simpan semua tentang reza jadikan dia kenangan buat hidup lu”

“susah gue udah lakuin itu dari dulu tapi apa ga ada hasilnya”tegasku

“Kemaren waktu lu sama andri, sama fauzi apa mereka ga berhasil buat lu lupain reza, gue rasa mereka berhasil buktinya lu ga pernah lagi cerita soal reza saat sama-sama mereka, tapi kenapa lu putusin?”tanya aeni

“mereka ga bisa seperti reza, apalagi harus lebih dari reza”jawabku

“lu ga akan pernah merasa mereka seperti reza karena mereka bukan reza, Dan lu ga akan pernah ngerasa mereka lebih dari reza, karena di hati lu masih tersimpan jelas nama reza, lu ga akan bisa melihat usaha mereka buat menjadi yang lu mau, pantes andri bilang sama gue, dia cape ngadepin lu semua yang dia lakuin selalu salah di mata lu. Dan lu selalu ajah bilang kalau dia ga kaya reza. Sampe kapan lu kaya gini”ujar aeni kesal

“Memang kenyataannya seperti itu, mereka ga bisa seperti reza, reza yang selalu ada, reza yang mengerti semua hal yang gue mau tanpa gue pinta, Reza yang selalu bikin hari gue berwarna ,Reza yang bikin gue selalu tersenyum”Baru ingin melanjutkan omonganku,aeni langsung menyambar “STOP… lu ga akan pernah berhenti ngomongin reza, gue tau itu semua tapi inget itu 3 tahun yang lalu, itu udah menjadi masalalu ga ada gunanya kalau masih lu bahas, dia ga akan balik lagi walau mulut lu berbusa karena muji-muji dia, itu ga akan mengembalikan reza sama lu lagi, dia udah ga peduli sama lu bahkan mungki ga inget lu lagi”

“gue belum bisa gantiin reza sama orang lain”ucapku dengan nada melemah

“kalau lu ga bisa gantiin reza kenapa dulu lu terima andri sama fauzi,kenapa lu ga usaha aja ngejar-ngejar Reza lu itu. buat apa lu terima fauzi sama andri kalau lu cuman nyakitin mereka, Ga ada satu orangpun yang mau dibanding-bandingin sama orang lain, gue yakin begitu juga dengan lu, karena setiap orang terlahir dengan kelebihan dan kekurangannya masing-masing”jawab aeni dengan nada tinggi

“gue terima mereka karena gue berharap, Adanya mereka dalam hidup gue bisa menggantikan reza dalam hati gue, mengganti semua kenangan saat gue sama reza dengan kenangan yang lebih indah bersama mereka”jawabku

“Harapan lu ga akan pernah tercapai kalau di hati lu masih ada reza, kalau lu belum bisa terima kenyataan”Ucap aeni

“gue terima kok buktinya gue terima andri sama fauzi dalam kehidupan gue”jawabku

“Kalau lu terima mereka, ga akan lu bandingin mereka sama reza.Karena mereka berbeda”ucap Aeni

“Iya.. mereka berbeda mereka ga bisa jadi Reza dan ga akan bisa jadi Reza”jawabku emosi

“Susah yah ngomong sama lu, kalau begini terus bisa Gila “jawab aeni,lalu pergi meninggalkanku

Bel masuk memaksa aku kembali ke kelas,walau rasanya ingin hari ini ku habiskan di rumah menangis sepuas hatiku hingga peri rasa rinduku, Entah mengapa ucapan terakhir aeni membuat dada ku kembali sesak, rasanya sakit dan airmata tertahan di pelupuk mata ku, namun semua ku tahan

Seusai pulang sekolah aeni mendekatiku “maafin gue yah ga ad maksud sama sekali buat bentak-bentak lu, tapi gue sakit ketika lu harus ngerasain perasaan ini sendiri, padahal reza udah bahagia sama kehidupannnya”

“gue mohon jangan pernah lu bilang kalau Reza udah bahagia sama orang lain Reza cuman sayang sama gue”jawabku lemah

“Ya allah va, gue ga tau harus bilang apa sama lu, biar lu bisa ngeliat kenyataan saat ini. Lu masih punya nomor dia kan? coba hubungin dia lagi”Ucap aeni

“kalau bisa ga akan gue kaya gini, Terakir kali pas kita putus dia bilang sama gue, kata-kata yanng masih gue hafal sampai saat ini”jawabku dengan pandangan kosong

“apaan?”jawab aeni

Ku buku tas ku lalu ku berikan selembar surat terakhir dari Reza Pada Aeni, Karena aku sungguh tak sanggup mengungkapkan isi dalam surat itu. Aeni pun membaca dengan perlahan

Entah kenapa rasa sakit yang kamu terohin di hati aku masih bisa termaafkan. Aku tau karena di hati ini memang menyimpan banyak cinta untukmu, rasa sayang ini terlalu besar padamu, sehingga aku tak lagi merasa sakit akan luka ini.Sebenarnya aku masih tak percaya akan yang kamu lakuin, kamu hancurkan semua perasaanku, hingga aku tak tau harus berbuat apa. Tapi sungguh aku bener-benar memaafkan kamu, tapi aku tak mampu untuk menerima kamu kembali, Aku takut jikalau nanti aku menyakitimu. Tak mengapa jika harus aku yang terluka tapi kalau kamu yang terluka. Aku ga akan mampu memaafkan diri ini. Entah butuh waktu sampai kapan untuk melupakan kamu, Tapi satu hal yang harus kamu tau aku takkan pernah mampu benar-bena melakukan itu. Sejauh apapun aku melangkah pergi kamu tetap ada dalam benakku. Pergilah lupakan aku, dan maaf jika suatu hari nanti kamu temui aku baik dalam nyata atau hanya dalam alat komunikasi aku tak membalas sapaanmu, Ingat saat itu aku hanya tak ingin membuka luka lama yang kamu torehin. Maafkan aku yang tak mampu memberi kebahagian sama kamu, hingga kamu berpaling pada cinta yang lain. Akan ku jaga dan ku simpan semua kenangan ini.Percayalah !.

Aeni pun memelukku, dalam pelukkan aeni akupun terisak”gue nyesel bener-bener nyesel”

Sampai di rumah aku langsung menuju kamar rasanya badankku sudah tak mampu untuk berdiri terasa lemas dan tak kuat menahan apapun.Akupun tertidur lelap. Ketika aku terbangun terlihat mama sedang duduk hingga tertidur menungguku.

“kamu udah bangun sayang, maaf mama jadi ketiduran nungguinnya”ucap mama ketika melihat aku terbangun

“mama kenapa tidur di sini, kenapa ga di kamar mama?”tanyaku

“tadi pas kamu pulang sekolah, kamu demam jadi mama kompres deh, tapi alhamdulillah sekarang udah turun demamnya sayang”ucap mama mengelus rambutku, airmata mama pun menetes

“mama kenapa “ucapku lemah sambl mengusap airmatanya

“ga apa-apa sayang”jawab mama mencoba menguatkan diri

Aku pun beranjak dari tidurku “mama ga boleh nangis”ucapku sambil membasuh airmata yang jatuh di pipinya.

“mama sedih lihat kamu, kenapa kamu menyiksa diri kamu seperti ini. Mama ga mampu kalau harus melihat kamu tersiksa dengan rasa sakit yang ada di hati kamu, udah cukup sayang.. rasa penyesalan itu kamu rasain, semua sudah impas, rasa sakit yang kamu torehin di hati reza sudah terbayar dengan rasa sakit yang kini kamu rasain. Mama mohon dengan sangat jangan seperti ini terus, bukan hanya kamu yang tersiksa tapi mama lebih tersiksa melihat kamu seperti ini, mama mohon”ucap mama memohon kepada ku

“jangan begini ma,. maafin aku.. bener-bener maafin aku ma, Aku memang bodoh hanya memikirkan diriku sendiri serta orang yang jelas-jelas sudah melupakan aku, Aku sibuk dengan perasaanku tanpa aku sadari ada seorang ibu yang begitu aku sakiti hatinya,ada ibu yang juga ngerasain rasa sakit yang lebih dalam dari rasa penyesalan aku terhadap reza. maafin aku ma”ucapku merasa bersalah

“mama maafin kamu kok, tapi jangan seperti ini lagi, cukup ini yang pertama dan terakhir, mama sayang kamu dan kamu adalah mutiara satu-satunya yang paling berharga yang mama miliki,mama ga mau kamu terluka”ucap mama memelukku

Semenjak kejadian itu aku buang semua rasa rinduku pada Reza dan ku hapus semua hal yang dapat mengingatkan aku pada seorang Reza,termasuk sms yang selama 3 tahun aku simpan kini sudah terhapus semua, yah aku percaya suatu saat nanti jika ALLAH memang menakdirkan aku bersamanya, kita pasti akan bersatu dengan caraNya tanpa harus ada yang terluka , namun jika memang takdir tak mempersatukan kita kembali. yah… aku yakin ALLAH punya seseorang yang lebih baik dibanding Reza , Yang pasti aku tak ingin menyakiti mama ku tersayang, karena hanya dialah orang yang mampu memberi maaf tulus padaku,dan menerima aku apa adanya.

Maafkan aku mama telah membuat airmata di pipi mu, aku janji itu yang pertama dan terakhir dan akan ku ganti airmata itu dengan senyuman di bbirmu.

Untuk Reza maafkan aku atas luka yang ku torehkan padamu, Terima kasih telah sempat hadir dalam kehidupanku memberi warna dan senyuman pada kehidupanku ini.

Kisah ini akan selalu ku kenang bukan untuk ku sesali, Karena kisah saat bersama mu memang begitu indah, Terima kasih telah mengizinkan aku masuk ke dalam kehidupanmu walau telah menggores luka, Namun aku takkan mengulanginya kembali mungkin bukan bersama Reza aku kembali mengukir masa indahku nanti, tapi siapapun orang yang nanti bakal menggantikan Reza dalam kehidupanku. Aku akan berusaha menjadi yang terbaik dan memberi yang terbaik. Janjiku takkan ku sakiti siapapun yang telah menyayangiku dan selalu ku jaga semua yang menyayangiku .

Facebook Comments
Tag

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *